Recent Blog post
Archive for Disember 2016
Diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiallahu anhu al-Aslamiy bahwa Julaibib adalah seorang pemimpin dari kaum Anshar, ketika itu apabila ada seorang sahabat Rasulullah Saw yang belum menikah atau masih bujangan, maka sahabat yang lain akan mengadukannya kepada Rasulullah Saw, kemudian Rasulullah bertanya: apakah ia tidak punya hasrat untuk menikah?.
Suatu hari Rasulullah Saw bersabda pada seorang pria dari kalangan anshar: wahai fulan, nikahilah puterimu untukku.
Pria itupun menjawab: Baiklah, sungguh suatu kebahagiaan yang tak terhingga, lalu Rasulullah Saw bersabda: sesungguhnya aku tidak menikahkan puterimu untukku, pria itu bertanya: lalu untuk siapa? Rasulullah Saw menjawab: namun untuk Julaibib, pria itu berkata lagi: baik wahai Rasulullah, namun aku harus minta persetujuan dulu dari ibundanya.
Lalu pria itu mendatangi ibu sang gadis (istrinya), iapun berkata: sesungguhnya Rasulullah Saw meminang anak gadis kita, sang ibu menjawab: baiklah sungguh kebahagiaan yang tak terhingga untuk menjadi pasangan hidup Rasulullah Saw, pria itu berkata lagi: namun pinangan itu bukan untuk dirinya sendiri, sang ibu bertanya: lalu untuk siapa?
Lalu pria itu menjawab: namun untuk Julaibib, sang ibu langsung terperanjat, hah! Untuk Julaibib? Tidak, demi Allah aku tak akan menikahkan puteriku dengannya.
Dan ketika ayah sigadis bangkit dari tempat duduknya untuk mendatangi Rasulullah Saw, dari dalam kamar terdengar suara sang gadis bertanya pada ayahnya: siapakah gerangan orangnya yang hendak melamarku kepada kalian berdua? Mereka menjawab serempak: Rasulullah Saw.
Sang gadis berkata: apakah kalian membantah apa yang telah diperintahkan oleh Rasulullah Saw?
Sekarang bawa aku kehadapan Rasulullah Saw.
Maka ayah si gadis pergi menjumpai Rasulullah Saw, terserah kamu wahai Rasulullah, kemudian ia menikahkan sang gadis dengan Julaibib.
Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah berkata kepada Tsabit: Tahukah engkau apa yang dido’akan oleh Rasulullah Saw untuk gadis itu? Lalu Tsabit bertanya: apa yang dido’akan oleh Rasulullah Saw untuk gadis itu?
Ishaq lalu menjawab, do’anya adalah: Ya Allah berilah kepadanya kemudahan yang banyak dan jangan engkau jadikan hidupnya penuh penderitaan.
Lalu Tsabit berkata: setelah itu Rasulullah Saw menikahkan gadis itu dengan Julaibib, dan ketika Rasulullah Saw berada dalam pertempuran ia bertanya kepada para sahabat: apakah kalian kehilangan seseorang?
Para sahabat menjawab: kita kehilangan si fulan, sifulan dan sifulan. Kemudian Rasulullah Saw bertanya lagi: Apakah kalian kehilangan seorang yang lain? Mereka menjawab: tidak.
Rasulullah bersabda: namun aku kehilangan Julaibib, carilah ia diantara mayat – mayat yang terbunuh. Kemudian para sahabat mencarinya dan menemukan Julaibib berada disamping tujuh mayat yang telah berhasil terbunuh ditangannya, namun ia gugur setelah itu.
Kemudian Rasulullah Saw membaringkan jasad Julaibib diatas jubahnya, lalu para sahabat menggali lobang untuk dijadikan kuburnya, Julaibib ketika itu tidak memiliki kain kecuali jubah Rasululah Saw yang kemudian dijadikan kafan untuk Julaibib dalam kuburnya.
Tsabit berkata: tiada seorang janda dari kalangan anshar yang lebih dermawan dari istri Julaibib.
Ibnu Sa’d nerkata: aku mendengar ada yang mengatakan bahwa Julaibib adalah seorang pria dari bani Harits bin Khazraj radhiallahu anhu.
Suatu hari Rasulullah Saw bersabda pada seorang pria dari kalangan anshar: wahai fulan, nikahilah puterimu untukku.
Pria itupun menjawab: Baiklah, sungguh suatu kebahagiaan yang tak terhingga, lalu Rasulullah Saw bersabda: sesungguhnya aku tidak menikahkan puterimu untukku, pria itu bertanya: lalu untuk siapa? Rasulullah Saw menjawab: namun untuk Julaibib, pria itu berkata lagi: baik wahai Rasulullah, namun aku harus minta persetujuan dulu dari ibundanya.
Lalu pria itu mendatangi ibu sang gadis (istrinya), iapun berkata: sesungguhnya Rasulullah Saw meminang anak gadis kita, sang ibu menjawab: baiklah sungguh kebahagiaan yang tak terhingga untuk menjadi pasangan hidup Rasulullah Saw, pria itu berkata lagi: namun pinangan itu bukan untuk dirinya sendiri, sang ibu bertanya: lalu untuk siapa?
Lalu pria itu menjawab: namun untuk Julaibib, sang ibu langsung terperanjat, hah! Untuk Julaibib? Tidak, demi Allah aku tak akan menikahkan puteriku dengannya.
Dan ketika ayah sigadis bangkit dari tempat duduknya untuk mendatangi Rasulullah Saw, dari dalam kamar terdengar suara sang gadis bertanya pada ayahnya: siapakah gerangan orangnya yang hendak melamarku kepada kalian berdua? Mereka menjawab serempak: Rasulullah Saw.
Sang gadis berkata: apakah kalian membantah apa yang telah diperintahkan oleh Rasulullah Saw?
Sekarang bawa aku kehadapan Rasulullah Saw.
Maka ayah si gadis pergi menjumpai Rasulullah Saw, terserah kamu wahai Rasulullah, kemudian ia menikahkan sang gadis dengan Julaibib.
Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah berkata kepada Tsabit: Tahukah engkau apa yang dido’akan oleh Rasulullah Saw untuk gadis itu? Lalu Tsabit bertanya: apa yang dido’akan oleh Rasulullah Saw untuk gadis itu?
Ishaq lalu menjawab, do’anya adalah: Ya Allah berilah kepadanya kemudahan yang banyak dan jangan engkau jadikan hidupnya penuh penderitaan.
Lalu Tsabit berkata: setelah itu Rasulullah Saw menikahkan gadis itu dengan Julaibib, dan ketika Rasulullah Saw berada dalam pertempuran ia bertanya kepada para sahabat: apakah kalian kehilangan seseorang?
Para sahabat menjawab: kita kehilangan si fulan, sifulan dan sifulan. Kemudian Rasulullah Saw bertanya lagi: Apakah kalian kehilangan seorang yang lain? Mereka menjawab: tidak.
Rasulullah bersabda: namun aku kehilangan Julaibib, carilah ia diantara mayat – mayat yang terbunuh. Kemudian para sahabat mencarinya dan menemukan Julaibib berada disamping tujuh mayat yang telah berhasil terbunuh ditangannya, namun ia gugur setelah itu.
Kemudian Rasulullah Saw membaringkan jasad Julaibib diatas jubahnya, lalu para sahabat menggali lobang untuk dijadikan kuburnya, Julaibib ketika itu tidak memiliki kain kecuali jubah Rasululah Saw yang kemudian dijadikan kafan untuk Julaibib dalam kuburnya.
Tsabit berkata: tiada seorang janda dari kalangan anshar yang lebih dermawan dari istri Julaibib.
Ibnu Sa’d nerkata: aku mendengar ada yang mengatakan bahwa Julaibib adalah seorang pria dari bani Harits bin Khazraj radhiallahu anhu.




