Recent Blog post

Diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiallahu anhu al-Aslamiy bahwa Julaibib adalah seorang pemimpin dari kaum Anshar, ketika itu apabila ada seorang sahabat Rasulullah Saw yang belum menikah atau masih bujangan, maka sahabat yang lain akan mengadukannya kepada Rasulullah Saw, kemudian Rasulullah bertanya: apakah ia tidak punya hasrat untuk menikah?.
Suatu hari Rasulullah Saw bersabda pada seorang pria dari kalangan anshar: wahai fulan, nikahilah puterimu untukku.

Pria itupun menjawab: Baiklah, sungguh suatu kebahagiaan yang tak terhingga, lalu Rasulullah Saw bersabda: sesungguhnya aku tidak menikahkan puterimu untukku, pria itu bertanya: lalu untuk siapa? Rasulullah Saw menjawab: namun untuk Julaibib, pria itu berkata lagi: baik wahai Rasulullah, namun aku harus minta persetujuan dulu dari ibundanya.

Lalu pria itu mendatangi ibu sang gadis (istrinya), iapun berkata: sesungguhnya Rasulullah Saw meminang anak gadis kita, sang ibu menjawab: baiklah sungguh kebahagiaan yang tak terhingga untuk menjadi pasangan hidup Rasulullah Saw, pria itu berkata lagi: namun pinangan itu bukan untuk dirinya sendiri, sang ibu bertanya: lalu untuk siapa?

Lalu pria itu menjawab: namun untuk Julaibib, sang ibu langsung terperanjat, hah! Untuk Julaibib? Tidak, demi Allah aku tak akan menikahkan puteriku dengannya.

Dan ketika ayah sigadis bangkit dari tempat duduknya untuk mendatangi Rasulullah Saw, dari dalam kamar terdengar suara sang gadis bertanya pada ayahnya: siapakah gerangan orangnya yang hendak melamarku kepada kalian berdua? Mereka menjawab serempak: Rasulullah Saw.
Sang gadis berkata: apakah kalian membantah apa yang telah diperintahkan oleh Rasulullah Saw?
Sekarang bawa aku kehadapan Rasulullah Saw.

Maka ayah si gadis pergi menjumpai Rasulullah Saw, terserah kamu wahai Rasulullah, kemudian ia menikahkan sang gadis dengan Julaibib.
Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah berkata kepada Tsabit: Tahukah engkau apa yang dido’akan oleh Rasulullah Saw untuk gadis itu? Lalu Tsabit bertanya: apa yang dido’akan oleh Rasulullah Saw untuk gadis itu?

Ishaq lalu menjawab, do’anya adalah: Ya Allah berilah kepadanya kemudahan yang banyak dan jangan engkau jadikan hidupnya penuh penderitaan.

Lalu Tsabit berkata: setelah itu Rasulullah Saw menikahkan gadis itu dengan Julaibib, dan ketika Rasulullah Saw berada dalam pertempuran ia bertanya kepada para sahabat: apakah kalian kehilangan seseorang?

Para sahabat menjawab: kita kehilangan si fulan, sifulan dan sifulan. Kemudian Rasulullah Saw bertanya lagi: Apakah kalian kehilangan seorang yang lain? Mereka menjawab: tidak.
Rasulullah bersabda: namun aku kehilangan Julaibib, carilah ia diantara mayat – mayat yang terbunuh. Kemudian para sahabat mencarinya dan menemukan Julaibib berada disamping tujuh mayat yang telah berhasil terbunuh ditangannya, namun ia gugur setelah itu.

Kemudian Rasulullah Saw membaringkan jasad Julaibib diatas jubahnya, lalu para sahabat menggali lobang untuk dijadikan kuburnya, Julaibib ketika itu tidak memiliki kain kecuali jubah Rasululah Saw yang kemudian dijadikan kafan untuk Julaibib dalam kuburnya.

Tsabit berkata: tiada seorang janda dari kalangan anshar yang lebih dermawan dari istri Julaibib.
Ibnu Sa’d nerkata: aku mendengar ada yang mengatakan bahwa Julaibib adalah seorang pria dari bani Harits bin Khazraj radhiallahu anhu.


close
http://www.pulasdesign.info/?m=0



Kisah gugurnya Julaibib al-Anshariy

By : Ide Cemerlang
Khamis, 29 Disember 2016
0


Allah berfirman:
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu & isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah ialah Maha pengampun lagi Maha penyayg.” (QS. Al-Ahzab: 59).
Dalam ayat di atas ada kata jalaabiib, bentuk plural dari mufrodnya (kata tunggalnya) yaitu jilbab, yg memiliki makna:
1. Kerudung besar yg menutupi semua anggota ba&, sebagaimana penjelasan Imam Al-Qurthubi (Tafsir Al-Qurthubi 14/232).
2. Pakaian yg menutupi semua anggota ba& wanita, sebagaimana yg dituturkan oleh Ibnu Mas’ud, Ubaidah, Qotadah, Hasan Basri, Said bin Jubair, Ibrahim An-Nakhoi & Atho’ al­Khurasani. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 6/424, Al­Muhalla 3/219).
3. Selimut yg menutupi wajah wanita & semua anggota ba&nya tatkala akan keluar, sebagaimana yg dituturkan Ibnu Sirin. (Lihat Tafsir Ad-Durul Mansur 6/657, Tafsir Al­Baidhowy 4/284, Tafsir An-Nasafi 3/453 581, Fathul Qadir 4/304, Ibnu Katsir 6/424 & Tafsir Abu Su’ud 7/108).
4. Pakaian yg menutup dari atas kepala sampai ke bawah, sebagaimana yg dituturkan oleh Ibnu Abbas. (Lihat Tafsri Al-Alusy 22/88).
5. Selen&g besar yg menutupi kerudung. Sebagaimana yg dituturkan oleh Ibnu Mas’ud & para tabi’in. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 6/ 425).
6. Pakaian sejenis kerudung besar yg menutupi semua ba&, sebagaimana yg dituturkan oleh Ibnu Abbas & Ibnu Mas’ud.(Lihat Tafsir Ats­Tsa’labi 2/581).
Dari keterangan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa jilbab bukanlah kerudung yg digantungkan di leher, bukan pula kerudung tipis yg kelihatan rambutnya atau kerudung yg hanya menutup sebagian rambut belakangnya, bukan pula kerudung sebangsa kopyah yg kelihatan lehernya atau kerudung yg hanya menutup ujung kepala bagian atas seperti ibu suster & wanita Nashraniatau kerudung yg kelihatan da&ya, & bukan pula selen&g kecil yg dikalungkan di pundak kanannya.
HUKUM BERJILBAB
Para ulama’ bersepakat bahwa jilbab hukumnya ialah wajib berdasarkan Al-Quran & sunnah,
A. Berdasarkan dalil-dalil dari al-Qur’an:
1. Surat A1-Ahzab: 59.
Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.
2. Surat A1-Ahzab: 33.
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu & janganlah kamu berhias & bertingkah lakuseperti orang-orang Jahiliyah yg dahulu.
Perintah wanita agar menetap di rumah menunjukkan keharusan berjilbab tatkala keluar darinya.
3. Surat An-Nur: 31
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke da&ya.
Apabila menampakkan perhiasan saja dilarang bagi wanita, lantas bagaimana lagi kalau bersolek & menampakkan keindahan tubuh mereka?!!.
B. Adapun dalil-dalil dari Sunnah:
1. Hadits yg mengancam wanita tidak masuk surga karena tidak berjilbab. Rasulullah r bersabda: Ada dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya: Suatu kaum yg memiliki cambuk seperti ekor sapl, mereka memukul manusia dengan cambuknya, & wanita yg kasiyat (berpakain tapi telanjang baik karena tipis, atau pendek yg tidak menutup semua auratnya), Mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang) kepala mereka seperti punuk onta yg berpunuk dua. Mereka tidak masuk surga & tidak mendapatkan baunya padahal bau surga itu akan didapati dari sekian & sekian (perjalanan 500 th).. (HR. Muslim 3971, Ahmad 8311 & Imam Malik 1421).
Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid berkata: “Hadits ini menunjukkan bahwa tabarruj (bersoleknya kaum wanita) termasuk dosa besar”.
2. Wanita ialah aurat, dia wajib berjilbab. Rasulullah r bersabda:
“Wanita itu ialah aurat, apabila dia keluar akan dibuat indah oleh syetan.”(Shahih. HR Tirmidzi 1093, Ibnu Hibban & At-Thabrani didalam kitab Mu’jmu1 Kabir.Lihat A1-Irwa’: 273).
3. Ummu Salamah berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana wanita berbuat dengan pakaiannya yg menjulur ke bawah? Beliau rbersabda: Hendaklah mereka memanjangkan satu jengkäl, lalu ia bertanya lagi: Bagaimana bila masih terbuka kakinya? Beliau menjawab: “Hendaknya menambah satu hasta, & tidak boleh lebih”. (HR. Tirmidzi 653 & berkata:“Hadits hasan shahih”).
4. Kisah wanita yg akan berangkat menunaikan shalat ‘ied, ia tidak memiliki jilbab, maka diperintah oleh Rasulullah SAW: “Hendaknya Saudarinya meminjaminya Jilbab untuknya “. (HR. Bukhari No. 318).
Tiada akan berhenti blog ini menyerui kamu wahai ukhti, sebelum ALLAH Ta’ala yg meneguri kamu dengan adjabnya..Mashya ALLAH. Oleh karena.. demikianlah kamu, sebahagian kamu ingkar dengan ayat-ayat ALLAH & tiialah seorang juapun diantara kamu pada jalan yg lurus malainkan sedikit sekali. maka ketahuilah olehmu Firman ALLAH Ta’ala didalam surah Al-Ahzab :59 diatas yg berbunyi:
“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,”
artinya : Niscaya demikianlah yg membedakan kamu dengan wanita kafir, jika kamu berkumpul ditengah keramaian tampaklah orang -orang diantara kamu yg berhijab menurut syari’at islam. se&g bagi tiada berjilbab & tidak pula dengan hidjab niscaya kamulah yg menjadikan dirimu sama dengan wanita-wanita kafir itu.
ketahuilah..bahwasanya islam itu amatlah keras kepada kekafiran,kekufuran, kemudharatan, keingkaran dengan sekalian gerangan dosa itu sekaliannya. jika engkau merasa berat dengan syari’at islam yg diwajibkan atas kamu, maka ambillah olehmu agama selain daripada islam karena engkau akan dapat bersuka ria dengan sesamamu. tapi ukhti..ingatlah..bahwa sesungguhnya hanya islam yg menyanjung-nyanjung kesucianmu lagi meninggikan derajatmu dari yg lain. Islam begitu mencintaimu, memperhatikanmu, menyaygimu, memuliakanmu, memberi kebaikan yg tiada henti-hentinya padamu, melainkan sebahagian kamulah yg berpaling.


close
http://www.pulasdesign.info/?m=0



Hukum BerHijab

By : Ide Cemerlang
Ahad, 15 Mei 2016
0
Mata adalah mata
Hati tetaplah hati
Obat hati adalah....berdo'a & ketenangan dalam diri..
Obat mata adalah....insto ( insaf & tobat )

Mengingatkan :
Kubur setiap hari menyeru manusia sebanyak lima kali:
1. Aku rumah yang terpencil, maka kamu akan senang dengan selalu  membaca Al-Quran.
2. Aku rumah yang gelap, maka terangilah aku dengan selalu sholat malam.
3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu, bawalah amal soleh yang menjadihamparan.
4. Aku rumah ular berbisa, maka bawalah amalan Basmallah sebagai  penawar.
5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka banyaklah bacaan
    "Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu dapat jawaban kepadanya.

Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya; 
1. Dunia itu racun,  zuhud itu obatnya.
2. Harta itu racun,  zakat itu obatnya.
3. Perkataan yang sia-sia itu racun,  dzikir itu obatnya.
4. Seluruh umur itu racun,  taat itu obatnya.
5. Seluruh tahun itu racun,  Ramadhan itu obatnya. 


Nabi Muhammad S.A.W bersabda:
 " Ada 4 di pandang sebagai ibu ", yaitu :
 1. Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN.
 2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.
 3. Ibu dari segala IBADAH adalah TAKUT BUAT DOSA.
 4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR
 Berpesan-pesanlah kepada kebenaran dan Kesabaran.


Beberapa kata renungan dari Qur'an :

Orang yang tidak melakukan sholat :
    Subuh        : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
    Dzuhur       : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
    Ashar          : Dijauhkan dari kesehatan/kekuatan
    Maghrib      : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.
    Isha'            : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya

close
http://www.pulasdesign.info/?m=0



Renungan

By : Ide Cemerlang 0

- Copyright © Cahaya Islam - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -